Rabu, 10 Desember 2014

SUMEDANG, JAWA BARAT 16 Peminum Oplosan Tewas

Penenggak minuman keras oplosan kembali jadi korban. Di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, 19 orang tumbang, 7 di antaranya harus kehilangan nyawa. Saat ini, 12 korban lainnya masih dirawat, sebagian di antaranya dalam kondisi kritis.

“Setelah minum, saya merasa pusing dan muntah. Setelah itu saya tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit,“ papar Deden, korban yang selamat. Kasat Reserse Narkoba Polres Sumedang AKP I Nyoman Yudana mengungkapkan para korban membeli arak oplosan dengan harga Rp20 ribu per liter.

“Ke-19 peminum berpesta di dua lokasi berbeda, yakni Tanjungsari dan di Sumedang Selatan.

“Polisi sudah meringkus DS, terduga peracik arak oplosan. Ia mengaku mencampur alkohol 100% dengan air dan minuman suplemen. “Karena perbuatannya telah menyebabkan orang meninggal dunia, dia kami sidik dan proses dengan ancaman hukuman seumur hidup,“ lanjut Yudana.

DS diringkus di salah satu toko jamu di pinggir Jalan Raya Tanjungsari, saat tengah meracik minuman oplosan. Polisi menyita 2 jeriken besar yang penuh berisi minuman.

Di Garut, dalam tiga hari terakhir, sudah 11 peminum oplosan yang dirawat di RSUD Dr Slamet, dan 9 di antaranya kehilangan nyawa. Mereka ialah peminum alkohol 70% yang dicampur dengan minuman lain, yang menggelar pesta di tiga lokasi berbeda.(EM/SB/N-3) Media Indonesia, 04/12/2014, halaman 13