Jumat, 08 Agustus 2014

Garut-Bandung Ditempuh 7 Jam

Di Pelabuhan Padangbai, Nusa Tenggara Barat, lonjakan jumlah mobil pribadi mencapai 200% jika dibandingkan dengan hari normal. RUAS jalan antarkota terutama di Jawa Barat masih terus dipadati pengendara. Akibatnya, kemacetan lalu lintas terjadi antara Garut dan Bandung. Perjalanan arus balik Garut-Bandung pun memakan waktu tempuh 7 jam. Padahal, pada waktu normal bisa ditempuh dalam waktu 2 jam.

Hal tersebut terjadi akibat kemacetan lalu lintas kendaraan roda dua dan empat di daerah Tarogong, Leles, dan Kadungora, Garut. Kepadatan dan kemacetan kendaraan mobil dan motor mulai terjadi di daerah Tarogong, Garut. Selain karena banyak pertokoan, di daerah itu pun jalur tetap dipakai dua arah. Kemacetan juga terjadi di daerah Leles dan Kadungora Garut karena jalan yang sempit, sedangkan volume mobil dan motor begitu membeludak.

“Dari Tarogong-Kadungora yang hanya berjarak 10 kilometer, kami harus memakan waktu perjalanan 3 jam lebih,“ ujar Rahmayanti, pemudik asal Bandung. Saat memasuki Nagreg hingga gerbang Tol Padaleunyi, Kabupaten Bandung, arus lalu lintas ramai lancar. Kendaraan bisa melaju di kecepatan 40 kilometer per jam.

Keramaian kendaraan didominasi dari jalur timur mengarah barat. Bahkan kepadatan di Rancaekek sulit dihindari. Sempat terjadi antrean cukup panjang di persimpangan Cileunyi akibat pertemuan arus dari Cirebon dan Nagreg.
“Arus lalu lintas dari Nagreg mengarah gerbang Tol Cileunyi terpantau ramai lancar, setelah hari ketiga Idul Fitri 1435 Hijriah. Kendaraan roda empat cukup mendominasi bahkan diperkirakan cenderung padat,“ kata AK Agus, petugas pos pam Lebaran Polda Jabar di Parakanmuncang. Ia mengatakan arus lalu lintas dari gerbang Tol Cileunyi mengarah ke Nagreg masih cukup tinggi. Diperkirakan, mereka yang hendak berlibur menuju Garut dan Tasikmalaya, sedangkan Cicalengka melalui ParakanmuncangRancaekek didominasi kendaraan pemudik berpelat B.

Selain itu, jalur Cianjur menuju Bandung, kemarin, menjelang siang juga mulai padat, tepatnya di Jalan Raya Ciranjang hingga Jalan Raya Haurwangi. Antrean kendaraan tidak bergerak sama sekali selama 10 hingga 20 menit mulai dari pertigaan Jalan Cikalongku lon hingga Pasar Ciranjang.

Hal yang sama kembali terjadi mulai jalan eks Tol Citarum hingga Pertigaan Saguling. Sebagian kecil pengendara yang terjebak selama 2 hingga 3 jam di jalur tersebut memilih untuk beristirahat di sejumlah rumah makan dan toko penjual oleh-oleh khas.
Arsil, kemarin, menyebutkan setidaknya sampai Kamis sore sudah tercatat 120 mobil pribadi yang menyeberang ke Pelabuhan Padangbai dari Lembar. Padahal, jumlah biasanya hanya 60 unit. Ia memprediksi puncak arus balik di Padangbai akan terjadi pada Jumat (1/8) dan Sabtu (2/8). Hanya, ia pastikan jumlahnya tidak akan sama dengan arus mudik yang terjadi pada H-3.

Pada arus balik cenderung kedatangannya bergelombang. Kondisi itu berbeda dengan arus mudik yang pemudiknya lebih konsentrasi pada hari H-nya. Arsil juga menjelaskan puncak arus mudik pada H-3 tahun ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk jumlah penumpang, misalnya, terjadi kenaikan 8,71%, kendaraan roda dua naik 26,8%, dan roda empat naik 4,9%. (RS/OL/YK/Ant/N-1) Media Indonesia, 1 Agustus 2014, Halaman 8