Selasa, 13 Mei 2014

Pariwisata RI Tertinggal di ASEAN

PARIWISATA Indonesia digadanggadang dapat menjadi peredam defisit neraca jasa yang terus mengalami stagnasi selama 10 tahun terakhir. Meskipun mengalami perkembangan signifikan baru-baru ini, pariwisata Tanah Air masih tertinggal dari negara-negara tetangga di ASEAN.

Peneliti senior dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohamad Faisal mengatakan tanpa terobosan baru, pariwisata Indonesia akan semakin tertinggal di era Masya rakat Ekonomi ASEAN mulai 2015. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2014 tumbuh 14,2%, sedangkan wisatawan domestik 6,3%.

Daya saing pariwisata RI di tingkat global naik dari peringkat 74 ke 70. “Walaupun ada perbaikan, pendapatan dari wisman di sektor pariwisata Indonesia tetap kalah dengan negara tetangga, di bawah Thailand, Malaysia, dan Singapura,“ ujar Faisal dalam diskusi Meredam Defisit Neraca Jasa dengan Terobosan di Sektor Pari wisata, di Jakarta, kemarin.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia hanya sepertiga Malaysia yang mencapai 25 juta orang tahun lalu. Posisi Indonesia juga di bawah Thailand dan Singapura. RI hanya sedikit di atas Vietnam yang sejak 2009 terus mengembangkan pariwisata sehingga gap jumlah kunjungan dengan Indonesia kian menipis. Dalam 2-3 tahun ke depan Vietnam bisa menyalip Indonesia.

Salah satu yang mendesak dibenahi ialah infrastruktur. Pembangunan infrastruktur pariwisata terkonsentrasi di wilayah barat. Padahal di timur terdapat banyak potensi yang belum optimal dikembangkan. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Gde Pitana menyatakan persoalan infrastruktur tidak hanya memerlukan penanganan oleh pusat, tetapi juga daerah. “Penataan wilayah secara mikro ada di otonomi daerah.“ (Aim/E-1) Media Indonesia, 09/05/2014, halaman 17