SATU lagi raksasa otomotif AS mundur dari Tanah Air. Kemarin, Ford Indonesia mengumumkan menyetop operasinya di Indonesia, termasuk penjualan dan impor resmi semua produk kendaraannya dan penutupan dealership.
‘Kami telah mengumumkan keputusan bisnis yang sulit untuk mundur dari seluruh operasi kami di Indonesia pada paruh kedua tahun ini’, demikian keterangan Managing Director Ford Indonesia Bagus Susanto seperti dilansir di laman resmi korporasi.
Dari laporan Reuters, keputusan Ford itu disampaikan kemarin pagi via surel dari Presiden Ford Asia Pasifik Dave Schoch kepada seluruh karyawan di regional terkait. Selain Indonesia, Ford juga melikuidasi bisnisnya di Jepang.
Melayani Perjalanan Wisata di Jawa Barat, Dengan Pelayanan Rental Mobil Bandung
Sabtu, 30 Januari 2016
Ford Hengkang dari Indonesia
Senin, 19 Januari 2015
Jawa Barat akan Bangun 22 Waduk
Langkah awal dalam pembangunan waduk yaitu pembebasan lahan seluas 5 hektare di Baleendah.
UNTUK meminimalisasi banjir di Bandung selatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membangun 22 waduk dan tiga bendungan berkapasitas besar di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Wakil Gubernur Jawa Barat menjelaskan rencana pembangunan 22 waduk dan tiga bendungan besar ini berlokasi di Bojong Citepus, Parunghalang dan Cieunteung, Kecamatan Baleendah.
“Pembangunan 22 waduk dan tiga bendungan berskala besar. Kami akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wahana Sungai Citarum. Sebab biaya proyek pembangunan antisipasi banjir di Bandung selatan bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan kabupaten belum dinyatakan final,” ujar Deddy, kemarin.
UNTUK meminimalisasi banjir di Bandung selatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membangun 22 waduk dan tiga bendungan berkapasitas besar di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Wakil Gubernur Jawa Barat menjelaskan rencana pembangunan 22 waduk dan tiga bendungan besar ini berlokasi di Bojong Citepus, Parunghalang dan Cieunteung, Kecamatan Baleendah.
“Pembangunan 22 waduk dan tiga bendungan berskala besar. Kami akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wahana Sungai Citarum. Sebab biaya proyek pembangunan antisipasi banjir di Bandung selatan bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan kabupaten belum dinyatakan final,” ujar Deddy, kemarin.
Langganan:
Postingan (Atom)