Penenggak minuman keras oplosan kembali jadi korban. Di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, 19 orang tumbang, 7 di antaranya harus kehilangan nyawa. Saat ini, 12 korban lainnya masih dirawat, sebagian di antaranya dalam kondisi kritis.
“Setelah minum, saya merasa pusing dan muntah. Setelah itu saya tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit,“ papar Deden, korban yang selamat. Kasat Reserse Narkoba Polres Sumedang AKP I Nyoman Yudana mengungkapkan para korban membeli arak oplosan dengan harga Rp20 ribu per liter.
Melayani Perjalanan Wisata di Jawa Barat, Dengan Pelayanan Rental Mobil Bandung
Rabu, 10 Desember 2014
Senin, 24 November 2014
Polda Amankan Ribuan Liter Solar
Pascapenaikan harga BBM, separuh pom bensin di Kota Bandung kehabisan premium.
TIM Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jawa Tengah mengaman kan sebuah truk penuh muatan solar bersamaan dengan pengumuman penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah. Solar sebanyak 4.000 liter itu hingga kemarin siang, berada di halaman parkir Kantor Satuan Reskrim Polresta Surakarta. Belum ada kejelasan apakah solar merupakan barang kejahatan penadahan, penimbunan, atau solar oplosan.
Kasatreskrim Polresta Sura karta Kompol Guntur Saputro, ketika dimintai konfirmasi, hanya berujar singkat solar sebanyak 4.000 liter yang ada dalam truk tangki berwarna biru itu merupakan titipan dari Polda Jateng.
“Itu merupakan kasus yang ditangani Polda Jateng. Kita belum tahu sejauh apa penanganannya. Namun, sudah ada tersangkanya. Kejelasannya seperti apa, tanya ke Polda langsung,“ ujar Guntur singkat ketika dicegat wartawan di Kantor Polresta Surakarta, kemarin.
TIM Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jawa Tengah mengaman kan sebuah truk penuh muatan solar bersamaan dengan pengumuman penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah. Solar sebanyak 4.000 liter itu hingga kemarin siang, berada di halaman parkir Kantor Satuan Reskrim Polresta Surakarta. Belum ada kejelasan apakah solar merupakan barang kejahatan penadahan, penimbunan, atau solar oplosan.
Kasatreskrim Polresta Sura karta Kompol Guntur Saputro, ketika dimintai konfirmasi, hanya berujar singkat solar sebanyak 4.000 liter yang ada dalam truk tangki berwarna biru itu merupakan titipan dari Polda Jateng.
“Itu merupakan kasus yang ditangani Polda Jateng. Kita belum tahu sejauh apa penanganannya. Namun, sudah ada tersangkanya. Kejelasannya seperti apa, tanya ke Polda langsung,“ ujar Guntur singkat ketika dicegat wartawan di Kantor Polresta Surakarta, kemarin.
Langganan:
Postingan (Atom)